Wakil Presiden tinjau Integrasi AI di SMP Santo Yusuf

Wakil Presiden Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke SMP Santo Yusuf untuk meninjau langsung penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses pembelajaran di sekolah tersebut. Kunjungan ini menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap perkembangan transformasi digital di dunia pendidikan Indonesia.

Kedatangan Wakil Presiden disambut hangat oleh pihak sekolah, para guru, siswa, serta jajaran pemerintah daerah. Suasana antusias terlihat sejak pagi hari ketika siswa berbaris menyambut rombongan dengan penampilan musik dan yel-yel bertema pendidikan digital.

Dalam kunjungannya, Wakil Presiden melihat langsung berbagai fasilitas pembelajaran berbasis teknologi yang digunakan di SMP Santo Yusuf. Beberapa di antaranya meliputi penggunaan AI untuk pembelajaran interaktif, sistem evaluasi digital, laboratorium komputer cerdas, hingga aplikasi pendamping belajar yang membantu siswa memahami materi pelajaran secara lebih cepat dan menarik.

Kepala sekolah menjelaskan bahwa pemanfaatan AI mulai diterapkan secara bertahap sejak dua tahun terakhir sebagai bagian dari inovasi pembelajaran di era digital. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu guru menyusun materi ajar, membuat simulasi pembelajaran, serta memantau perkembangan belajar siswa secara lebih efektif.

“AI bukan untuk menggantikan guru, tetapi menjadi alat bantu agar pembelajaran semakin kreatif, efisien, dan menyenangkan bagi siswa,” ujar Kepala SMP Santo Yusuf dalam sambutannya.

Selama peninjauan, Wakil Presiden juga berdialog langsung dengan para siswa mengenai pengalaman mereka menggunakan teknologi AI di sekolah. Beberapa siswa mengaku lebih mudah memahami pelajaran karena adanya media pembelajaran interaktif yang mampu memberikan penjelasan secara visual dan cepat.

Selain meninjau ruang kelas digital, Wakil Presiden juga menyaksikan demonstrasi proyek teknologi yang dibuat siswa, seperti chatbot pendidikan, aplikasi absensi pintar, hingga sistem pengenalan wajah sederhana hasil karya ekstrakurikuler teknologi informasi sekolah.

Dalam sambutannya, Wakil Presiden menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan secara positif untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Menurutnya, generasi muda Indonesia perlu dipersiapkan menghadapi perkembangan zaman, termasuk kemajuan AI yang kini berkembang sangat cepat di berbagai sektor kehidupan.

“Anak-anak Indonesia harus mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kreatif, dan beretika. AI harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, bukan membuat siswa bergantung sepenuhnya pada teknologi,” ujar Wakil Presiden.

Meski demikian, Wakil Presiden juga mengingatkan pentingnya pengawasan dan pendampingan dalam penggunaan AI di sekolah. Ia menegaskan bahwa pendidikan karakter, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas tetap harus menjadi prioritas utama dalam proses pembelajaran.

Kunjungan tersebut turut dihadiri pejabat dari Kementerian Pendidikan, tokoh pendidikan, serta sejumlah pemerhati teknologi digital. Mereka menilai SMP Santo Yusuf dapat menjadi salah satu contoh sekolah yang mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan modern.

Di akhir kunjungan, Wakil Presiden menyerahkan apresiasi kepada siswa dan guru yang dinilai aktif mengembangkan inovasi teknologi di lingkungan sekolah. Kegiatan kemudian ditutup dengan penanaman pohon dan sesi foto bersama seluruh civitas sekolah.

Melalui kunjungan ini, pemerintah berharap pemanfaatan teknologi AI di dunia pendidikan dapat terus berkembang secara sehat dan terarah sehingga mampu menciptakan generasi muda Indonesia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Scroll to Top